Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

About Us Our Location
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video
“

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video
“

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)
“

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)
“

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
Alumnas Care x RSPON Mahar Mardjono Jakarta Beyond Stroke: Melampaui Batas Menuju Hidup Sehat Berkualitas Berita

Alumnas Care x RSPON Mahar Mardjono Jakarta Beyond Stroke: Melampaui Batas Menuju Hidup Sehat Berkualitas

🧠 Berita RSPON – Guna meningkatkan kesadaran tentang stroke, mengenali faktor risiko, dan mengambil langkah nyata menuju hidup yang lebih sehat dan berkualitas, Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (Alumnas) bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta mengadakan Talkshow inspiratif seputar kesadaran stroke, pencegahan, dan pemulihan yang diselenggarakan dalam “Alumnas Care x RSPON Mahar Mardjono Jakarta Beyond Stroke: Melampaui Batas Menuju Hidup Sehat Berkualitas” pada Minggu, 18 Oktober 2026 berlokasi di Nur Corner S28.Acara talkshow ini menghadirkan narasumber ahli dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta yaitu dr. Mohammad Arief Rachman Kemal, A.S., Sp.N., Subsp. NIOO(K) yang membahas tentang “Time is Brain”, dan Irman Galih Prihantoro, S.Tr.Ftr yang membahas tentang “Active Movement to Help Reduce Stroke Risk”, serta menghadirkan penyitas stroke yaitu Suhadi, S.H., M.Hum yang memberikan perspektif tentang pengalamannya saat menjadi pasien stroke, serta pentingnya menjaga gaya hidup aktif. Selama talkshow berlangsung, para peserta turut berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan yang menarik dan berhubungan dengan keseharian mereka, interaksi ini mampu menjadi langkah pertama untuk hidup lebih sehat yang disarankan dapat dimulai dari bergerak aktif baik itu olahraga rutin ataupun dengan jalan kaki, kita bisa memanfaatkan teknologi yang kita punya seperti smart watch atau aplikasi kesehatan yang mampu melakukan tracking aktifitas harian seperti langkah kaki yang ada pada smartphone, tidak lupa juga dengan pengelolaan stress, dan tentunya mengetahui ciri stroke yang berasal dari singkatan FAST yaitu:F – Face Drooping (Wajah Turun Sebelah),A – Arm Weakness (Kelemahan pada Lengan),S – Speech Difficulty (Kesulitan Berbicara),T – Time to Call Emergency (Waktu Menghubungi Medis) Alumnas merupakan jaringan alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Organisasi ini bertujuan mempertemukan para alumni untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Diharapkan melalui kolaborasi ini, transfer pengetahuan dan pengalaman seputar stroke yang didapatkan pada talkshow bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan dibagikan lagi kepada rekan sejawat, maupun masyarakat lainnya. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month

🧠Berita RSPON – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Pituitari (Pituitary Awareness Month), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar Webinar Pituitary Awareness Month secara daring via zoom meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD-KEMD, dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), dr. Selfy Oswari, S.Si., Sp.BS, Subsp. N-Onk(K), dan dr. Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata, Sp.THT-KL, M.Kes. dengan moderator Lalita Ingerani S.Kep., Ners. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan komprehensif tumor pituitari.Tumor pituitari merupakan benjolan pada kelenjar master gland di dasar otak yang mengontrol keseimbangan hormon tubuh. Penekanan tumor pada saraf mata dapat memicu penyempitan lapang pandang hingga penglihatan ganda, sedangkan gangguan hormonal bisa menyebabkan prolaktin tinggi, akromegali, hingga Cushing's disease. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal fisik maupun visual menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih berat.Saat ini, teknologi bedah telah berkembang pesat menggunakan teknik endoskopi transnasal yang minim invasif dengan mengakses tumor langsung melalui rongga hidung tanpa membuka jaringan otak dari atas. Prosedur modern ini membutuhkan kolaborasi antara tim bedah saraf dan spesialis THT demi menjaga fungsi pernapasan serta penciuman pasien.Melalui edukasi ini, para pakar berharap agar tingkat kesadaran masyarakat terhadap tumor pituitari semakin meningkat sehingga angka keterlambatan berobat dapat ditekan. Diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut atau bingung ketika mengalami keluhan awal, melainkan dapat lebih proaktif melakukan pemeriksaan screening kesehatan secara berkala. Dengan deteksi yang lebih awal, tersedianya akses penanganan medis multidisiplin yang merata di berbagai daerah. (S.A/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia

🧠 Berita RSPON – Persentase penduduk lanjut usia (berusia 60 tahun ke atas) di Indonesia mencapai sekitar 11,93% hingga 12,36% dari total populasi, menandakan Indonesia telah resmi memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population), Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), salah satu jenis penyakit tidak menular dan kronis yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Hipertensi merupakan “Silent Killer” karena penyakit ini sering kali berkembang di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Beberapa alasan utama kenapa hipertensi disebut sebagai silent killer, seperti sebagian besar orang yang memiliki hipertensi tidak menyadari kondisi tersebut sampai melakukan pemeriksaan, hipertensi dapat merusak organ secara diam-diam, dan memicu komplikasi mematikan yang mendadak seperti stroke mendadak. Secara rata-rata keseluruhan populasi lansia diperkirakan sekitar 6% lansia di Indonesia hidup dengan diagnosis atau riwayat stroke. Sebanyak 85% diantaranya merupakan kasus Stroke Iskemik (penyumbatan pembuluh darah), sedangkan 15% sisanya adalah Stroke Hemoragik (perdarahan).Perawatan terhadap pasien stroke yang merupakan lansia memerlukan perhatian khusus karena perasaan para lansia yang lebih sensitif seperti mudah marah sering kali muncul dan sebagai caregiver, kita harus mengantisipasi dengan perawatan yang tepat.Guna mendukung pembentukan caregiver yang mampu memberikan perawatan pada lansia di rumah dan juga mampu membagikan edukasi pada masyarakat sekitar, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) bekerjasama dengan Puskesmas Cakung menyelenggarakan kegiatan pembinaan caregiver lansia yang dihadiri oleh para kader serta masyarakat yang merupakan caregiver lansia dari Kecamatan Cakung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Cakung Timur (RPTRA Caktim Tersenyum).Dalam kegiatan pembinaan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu apt. July, M.Farm yang memberikan pemaparan materi tentang “Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat pada Lansia dengan Keterbatasan Gerak”, dan Endang Widiyaningsih, A.Md.O.T yang memberikan pemaparan materi tentang “Adaptasi Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak”.Diharapkan melalui pembinaan ini, para caregiver mampu menerapkan penggunaan obat yang aman dan tepat pada lansia dengan keterbatasan gerak melalui dagusibu obat yaitu dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat dengan benar, tidak lupa juga untuk membantu para lansia untuk tetap aktif bergerak dengan adaptasi kegiatan sehari-hari seperti memakai pakaian sendiri dan menggunakan alat makan secara perlahan tetapi rutin dengan harapan lansia bisa mandiri dan berdaya. (mfy/humas)

Selengkapnya
Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke. Berita

Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke.

🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof.Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) rutin mengadakan senam stroke seminggu sekali, yang diikuti oleh Klub Stroke RSPON (KLEPON) dan keluarga pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Lantai 13 Gedung B. Senam stroke dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan narasumber dr. Imtiaz Amrinusantara Surapaty, Sp.Ak yang memaparkan materi tentang "Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke".Dalam pemaparannya, dr. Imtiaz menjelaskan bahwa akupunktur medik merupakan integrasi ilmu akupunktur ke dalam kedokteran modern yang berbasis neurosains dan evidence based medicine. Terapi ini bekerja mendukung pemulihan pasca stroke melalui beberapa mekanisme utama, seperti merangsang regenerasi saraf (neuroplastisitas), melancarkan aliran darah serebral di area jaringan otak yang terdampak, serta mencegah kematian sel saraf (anti apoptosis). Penggunaan akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi medis standar terbukti aman serta efektif membantu pemulihan fungsi motorik, khususnya pada kasus kelemahan anggota gerak (hemiparesis).Selain penanganan profesional di rumah sakit, kegiatan ini juga memberikan pelatihan akupresur mandiri (self care) bagi para caregiver atau keluarga pendamping untuk membantu mengurangi kekakuan otot pasien di rumah. Teknik pemijatan dan penekanan lembut pada titik-titik akupunktur tertentu cukup dilakukan sebanyak 30 kali hitungan per titik dan dapat diulang beberapa kali sehari.Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien stroke dan keluarga pendamping dapat lebih memahami pentingnya penanganan holistik dalam proses pemulihan pasca stroke. (SA/Humas)

Selengkapnya
Alumnas Care x RSPON Mahar Mardjono Jakarta Beyond Stroke: Melampaui Batas Menuju Hidup Sehat Berkualitas Berita

Alumnas Care x RSPON Mahar Mardjono Jakarta Beyond Stroke: Melampaui Batas Menuju Hidup Sehat Berkualitas

🧠 Berita RSPON – Guna meningkatkan kesadaran tentang stroke, mengenali faktor risiko, dan mengambil langkah nyata menuju hidup yang lebih sehat dan berkualitas, Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (Alumnas) bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta mengadakan Talkshow inspiratif seputar kesadaran stroke, pencegahan, dan pemulihan yang diselenggarakan dalam “Alumnas Care x RSPON Mahar Mardjono Jakarta Beyond Stroke: Melampaui Batas Menuju Hidup Sehat Berkualitas” pada Minggu, 18 Oktober 2026 berlokasi di Nur Corner S28.Acara talkshow ini menghadirkan narasumber ahli dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta yaitu dr. Mohammad Arief Rachman Kemal, A.S., Sp.N., Subsp. NIOO(K) yang membahas tentang “Time is Brain”, dan Irman Galih Prihantoro, S.Tr.Ftr yang membahas tentang “Active Movement to Help Reduce Stroke Risk”, serta menghadirkan penyitas stroke yaitu Suhadi, S.H., M.Hum yang memberikan perspektif tentang pengalamannya saat menjadi pasien stroke, serta pentingnya menjaga gaya hidup aktif. Selama talkshow berlangsung, para peserta turut berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan yang menarik dan berhubungan dengan keseharian mereka, interaksi ini mampu menjadi langkah pertama untuk hidup lebih sehat yang disarankan dapat dimulai dari bergerak aktif baik itu olahraga rutin ataupun dengan jalan kaki, kita bisa memanfaatkan teknologi yang kita punya seperti smart watch atau aplikasi kesehatan yang mampu melakukan tracking aktifitas harian seperti langkah kaki yang ada pada smartphone, tidak lupa juga dengan pengelolaan stress, dan tentunya mengetahui ciri stroke yang berasal dari singkatan FAST yaitu:F – Face Drooping (Wajah Turun Sebelah),A – Arm Weakness (Kelemahan pada Lengan),S – Speech Difficulty (Kesulitan Berbicara),T – Time to Call Emergency (Waktu Menghubungi Medis) Alumnas merupakan jaringan alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Organisasi ini bertujuan mempertemukan para alumni untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Diharapkan melalui kolaborasi ini, transfer pengetahuan dan pengalaman seputar stroke yang didapatkan pada talkshow bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan dibagikan lagi kepada rekan sejawat, maupun masyarakat lainnya. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month

🧠Berita RSPON – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Pituitari (Pituitary Awareness Month), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar Webinar Pituitary Awareness Month secara daring via zoom meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD-KEMD, dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), dr. Selfy Oswari, S.Si., Sp.BS, Subsp. N-Onk(K), dan dr. Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata, Sp.THT-KL, M.Kes. dengan moderator Lalita Ingerani S.Kep., Ners. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan komprehensif tumor pituitari.Tumor pituitari merupakan benjolan pada kelenjar master gland di dasar otak yang mengontrol keseimbangan hormon tubuh. Penekanan tumor pada saraf mata dapat memicu penyempitan lapang pandang hingga penglihatan ganda, sedangkan gangguan hormonal bisa menyebabkan prolaktin tinggi, akromegali, hingga Cushing's disease. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal fisik maupun visual menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih berat.Saat ini, teknologi bedah telah berkembang pesat menggunakan teknik endoskopi transnasal yang minim invasif dengan mengakses tumor langsung melalui rongga hidung tanpa membuka jaringan otak dari atas. Prosedur modern ini membutuhkan kolaborasi antara tim bedah saraf dan spesialis THT demi menjaga fungsi pernapasan serta penciuman pasien.Melalui edukasi ini, para pakar berharap agar tingkat kesadaran masyarakat terhadap tumor pituitari semakin meningkat sehingga angka keterlambatan berobat dapat ditekan. Diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut atau bingung ketika mengalami keluhan awal, melainkan dapat lebih proaktif melakukan pemeriksaan screening kesehatan secara berkala. Dengan deteksi yang lebih awal, tersedianya akses penanganan medis multidisiplin yang merata di berbagai daerah. (S.A/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia

🧠 Berita RSPON – Persentase penduduk lanjut usia (berusia 60 tahun ke atas) di Indonesia mencapai sekitar 11,93% hingga 12,36% dari total populasi, menandakan Indonesia telah resmi memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population), Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), salah satu jenis penyakit tidak menular dan kronis yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Hipertensi merupakan “Silent Killer” karena penyakit ini sering kali berkembang di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Beberapa alasan utama kenapa hipertensi disebut sebagai silent killer, seperti sebagian besar orang yang memiliki hipertensi tidak menyadari kondisi tersebut sampai melakukan pemeriksaan, hipertensi dapat merusak organ secara diam-diam, dan memicu komplikasi mematikan yang mendadak seperti stroke mendadak. Secara rata-rata keseluruhan populasi lansia diperkirakan sekitar 6% lansia di Indonesia hidup dengan diagnosis atau riwayat stroke. Sebanyak 85% diantaranya merupakan kasus Stroke Iskemik (penyumbatan pembuluh darah), sedangkan 15% sisanya adalah Stroke Hemoragik (perdarahan).Perawatan terhadap pasien stroke yang merupakan lansia memerlukan perhatian khusus karena perasaan para lansia yang lebih sensitif seperti mudah marah sering kali muncul dan sebagai caregiver, kita harus mengantisipasi dengan perawatan yang tepat.Guna mendukung pembentukan caregiver yang mampu memberikan perawatan pada lansia di rumah dan juga mampu membagikan edukasi pada masyarakat sekitar, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) bekerjasama dengan Puskesmas Cakung menyelenggarakan kegiatan pembinaan caregiver lansia yang dihadiri oleh para kader serta masyarakat yang merupakan caregiver lansia dari Kecamatan Cakung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Cakung Timur (RPTRA Caktim Tersenyum).Dalam kegiatan pembinaan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu apt. July, M.Farm yang memberikan pemaparan materi tentang “Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat pada Lansia dengan Keterbatasan Gerak”, dan Endang Widiyaningsih, A.Md.O.T yang memberikan pemaparan materi tentang “Adaptasi Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak”.Diharapkan melalui pembinaan ini, para caregiver mampu menerapkan penggunaan obat yang aman dan tepat pada lansia dengan keterbatasan gerak melalui dagusibu obat yaitu dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat dengan benar, tidak lupa juga untuk membantu para lansia untuk tetap aktif bergerak dengan adaptasi kegiatan sehari-hari seperti memakai pakaian sendiri dan menggunakan alat makan secara perlahan tetapi rutin dengan harapan lansia bisa mandiri dan berdaya. (mfy/humas)

Selengkapnya
Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke. Berita

Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke.

🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof.Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) rutin mengadakan senam stroke seminggu sekali, yang diikuti oleh Klub Stroke RSPON (KLEPON) dan keluarga pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Lantai 13 Gedung B. Senam stroke dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan narasumber dr. Imtiaz Amrinusantara Surapaty, Sp.Ak yang memaparkan materi tentang "Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke".Dalam pemaparannya, dr. Imtiaz menjelaskan bahwa akupunktur medik merupakan integrasi ilmu akupunktur ke dalam kedokteran modern yang berbasis neurosains dan evidence based medicine. Terapi ini bekerja mendukung pemulihan pasca stroke melalui beberapa mekanisme utama, seperti merangsang regenerasi saraf (neuroplastisitas), melancarkan aliran darah serebral di area jaringan otak yang terdampak, serta mencegah kematian sel saraf (anti apoptosis). Penggunaan akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi medis standar terbukti aman serta efektif membantu pemulihan fungsi motorik, khususnya pada kasus kelemahan anggota gerak (hemiparesis).Selain penanganan profesional di rumah sakit, kegiatan ini juga memberikan pelatihan akupresur mandiri (self care) bagi para caregiver atau keluarga pendamping untuk membantu mengurangi kekakuan otot pasien di rumah. Teknik pemijatan dan penekanan lembut pada titik-titik akupunktur tertentu cukup dilakukan sebanyak 30 kali hitungan per titik dan dapat diulang beberapa kali sehari.Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien stroke dan keluarga pendamping dapat lebih memahami pentingnya penanganan holistik dalam proses pemulihan pasca stroke. (SA/Humas)

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua