🧠 Berita RSPON – Sebagai langkah untuk terus memberikan layanan kesehatan paripurna, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menandatangani kontrak pengadaan alat kesehatan yang didanai dengan dukungan hibah Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Invest International. Penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak penting dimulainya tahap implementasi penyediaan peralatan medis spesialistik untuk mendukung pengembangan layanan RSPON Mahar Mardjono Jakarta. Penandatanganan ini berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Ruang Auditorium Lantai 16 Gedung B yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Kesehatan, Dewan Pengawas RSPON Mahar Mardjono Jakarta, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Invest International, Project Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU), serta para Kontraktor Utama yang disambut oleh Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) beserta jajaran direksi dan pimpinan tim kerja RSPON Mahar Mardjono Jakarta.
Dikutip melalui sambutannya, dr. Adin menyampaikan bahwa “Hari ini bukan hanya tentang penandatanganan sebuah kontrak. Hari ini menandai transisi penting dari tahap persiapan menuju tahap implementasi. Pada akhirnya, seluruh proses ini bermuara pada satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pasien dan masyarakat.”
Perjalanan proyek dimulai dari tahap penjajakan pada 2023, dilanjutkan dengan studi kelayakan, persetujuan Engagement Committee, proses Due Diligence, pembahasan co-financing, penandatanganan Grant Arrangement, hingga persiapan pengadaan pada 2026. Tahap persiapan pengadaan mencakup finalisasi daftar alat kesehatan, penerbitan SoNO, contract review, market pricing approval, serta finalisasi SoNO dan disbursement schedule. Penandatanganan kontrak pada 1 Oktober 2026 ini menjadi awal fase pelaksanaan proyek. Setelah penandatanganan kontrak, tahapan selanjutnya meliputi pengadaan, pengiriman, instalasi, uji fungsi, dan commissioning alat kesehatan. Berdasarkan rencana proyek, proses implementasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode Oktober hingga Desember 2026, kemudian dilanjutkan dengan monitoring, evaluasi, dan penutupan proyek pada 2027. Peralatan yang akan disediakan mencakup berbagai kebutuhan pelayanan, antara lain radiologi dan imaging, sistem monitoring, neurointervensi, bedah saraf, rehabilitasi, anestesi, serta berbagai teknologi medis spesialistik lainnya.
Penandatanganan kontrak dilakukan dengan empat Kontraktor Utama, yaitu PT Medica Sukses Abadi, PT Triputra Aman Makmur, PT Boswell Mahakarya Indonesia, dan PT Airindo Sentra Medika. Diharapkan melalui penandatanganan kontrak ini, seluruh proses selanjutnya dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi. Hal yang terpenting adalah peralatan yang disediakan melalui hibah ini harus benar-benar memberikan manfaat bagi pasien dan memperkuat layanan neurologi di RSPON Mahar Mardjono Jakarta. (mfy/humas)