RSPON- – Sebagai upaya memperkuat integrasi sistem informasi rumah sakit terus dilakukan di lingkungan Kementerian Kesehatan guna mendukung pengelolaan data dan rekam medis yang lebih terstandar serta selaras dengan kebutuhan pelayanan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Review Lanjutan Gap Analysis Rekam Medis SIMRS Kemenkes pada 12–16 Oktober 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dengan Rumah Sakit Pusat Otak Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) sebagai tuan rumah.
Kegiatan ini menjadi forum pembahasan lanjutan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kebutuhan proses bisnis rekam medis di rumah sakit dan sistem yang dikembangkan dalam SIMRS Kemenkes. Pembahasan meliputi penyelarasan formulir kekhususan rumah sakit, integrasi formulir dengan SIMRS, standardisasi variabel, serta pemenuhan kebutuhan data dan metadata. Melalui pertemuan yang melibatkan perwakilan sejumlah rumah sakit Kementerian Kesehatan ini, diharapkan kebutuhan layanan yang beragam dapat terakomodasi dalam pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing rumah sakit.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di lingkungan rumah sakit Kementerian Kesehatan. Pembahasan diarahkan pada peninjauan kebutuhan rekam medis agar selaras dengan pengembangan sistem informasi rumah sakit, sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan yang memiliki karakteristik khusus dapat terakomodasi dalam sistem yang dikembangkan.
Peserta yang menghadiri kegiatan merupukan perwakilan dari sejumlah rumah sakit Kementerian Kesehatan, termasuk unsur pengelola pelayanan, instalasi rekam medis, proses bisnis, dan tim teknis teknologi informasi. Pertemuan lintas rumah sakit ini menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan kebutuhan pelayanan dengan pengembangan sistem informasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing rumah sakit.
Selama rangkaian kegiatan, peserta melakukan pembahasan secara bertahap, mulai dari identifikasi formulir kekhususan pada masing-masing rumah sakit, penyelarasan kebutuhan formulir, hingga pembahasan integrasinya dengan SIMRS. Agenda dilanjutkan dengan standardisasi variabel serta finalisasi kebutuhan data dan metadata yang diperlukan untuk mendukung kesesuaian informasi dalam sistem. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebutuhan proses bisnis dan pencatatan rekam medis dengan struktur sistem informasi yang akan diterapkan.
Selain pembahasan teknis, kegiatan juga mencakup peninjauan menyeluruh terhadap formulir kekhususan rumah sakit melalui sidang pleno. Tahapan ini menjadi ruang untuk menelaah hasil pembahasan, menyelaraskan kebutuhan antarrumah sakit, serta merumuskan rencana tindak lanjut penerapan rekam medis elektronik. Hasil pembahasan selanjutnya didokumentasikan sebagai bahan penyusunan laporan dan acuan bagi tahapan tindak lanjut.
Melalui pembahasan lintas rumah sakit yang melibatkan unsur proses bisnis dan tim teknis, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan keselarasan kebutuhan rekam medis dengan pengembangan SIMRS Kemenkes. Dengan demikian, implementasi sistem dapat direncanakan secara lebih terarah, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pelayanan di masing-masing rumah sakit.
Bagi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, pelaksanaan kegiatan ini di lingkungan rumah sakit menjadi bagian dari dukungan terhadap koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan dalam penguatan sistem informasi. Integrasi dan standardisasi data rekam medis merupakan aspek penting dalam mendukung kesinambungan informasi serta pengelolaan pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur.
Melalui pembahasan ini, diharapkan kebutuhan rekam medis di rumah sakit dapat terakomodasi dengan lebih baik dalam pengembangan SIMRS Kementerian Kesehatan, sehingga implementasinya dapat mendukung proses pelayanan yang efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan kepada pasien.(a.n-Humas

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON